Penyuluh Perikanan Dampingi Penguatan Kapasitas KNMP Tongke-Tongke, Dorong Nelayan Mandiri Lewat KUR dan Pelatihan Mesin Kapal
VORTEX SMART – Penyuluh perikanan mendampingi pelaksanaan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Mandiri, Pelatihan Perbengkelan Mesin Kapal Nelayan, serta Penyuluhan Akses Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas pelaku utama sektor kelautan dan perikanan melalui peningkatan keterampilan teknis, literasi keuangan, serta perluasan akses pembiayaan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
KNMP Tongke-Tongke merupakan salah satu kampung nelayan binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis ekonomi produktif. Kawasan ini mengintegrasikan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan nelayan guna menciptakan ekosistem perikanan yang modern dan berdaya saing.
Dalam kegiatan tersebut, kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar) memperoleh sosialisasi mengenai fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Mandiri. Program pembiayaan ini diharapkan mampu membuka akses modal usaha yang lebih mudah, sehingga pelaku usaha perikanan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, dan memperkuat daya saing produk perikanan lokal.
Selain penguatan akses permodalan, peserta juga mengikuti pelatihan perbengkelan mesin kapal nelayan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis nelayan dalam melakukan perawatan maupun perbaikan mesin kapal secara mandiri. Dengan keterampilan tersebut, nelayan diharapkan mampu menekan biaya operasional, mengurangi ketergantungan terhadap jasa bengkel di luar daerah, serta meningkatkan efisiensi aktivitas penangkapan ikan.
Sementara itu, penyuluhan literasi keuangan yang diberikan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan, akses layanan perbankan, serta pemanfaatan produk keuangan secara aman dan produktif. Literasi keuangan yang baik diharapkan mampu mendukung keberlanjutan usaha para nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Pendampingan yang dilakukan penyuluh perikanan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan. Tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kemampuan manajerial, akses pembiayaan, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Ke depan, model pendampingan di KNMP Tongke-Tongke diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, sektor perikanan nasional diharapkan semakin tangguh, mandiri, serta mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional.