BSSN Perkuat 265 Tim Tanggap Insiden Siber untuk Lindungi Sektor Ekonomi dan Transportasi Nasional
VORTEX SMART – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus memperkuat ketahanan siber nasional melalui penyelenggaraan BSSN CORE Series #2 Tahun 2026 yang digelar di Depok, Selasa (30/6/2026). Forum nasional tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) pada sektor perekonomian dan transportasi sebagai bagian dari strategi menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Wakil Kepala BSSN, Komjen Pol. A. Rachmad Wibowo, menegaskan bahwa keamanan siber telah menjadi bagian penting dari ketahanan nasional. Ancaman siber tidak lagi hanya menyasar pencurian data, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi, layanan publik, sistem transportasi, hingga kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital Indonesia.
Hingga Juni 2026, BSSN mencatat telah terbentuk sebanyak 265 Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di sektor perekonomian yang tersebar di berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, maupun perusahaan strategis nasional. Keberadaan tim tersebut diharapkan mampu mempercepat deteksi, respons, dan pemulihan ketika terjadi insiden siber.
Melalui forum CORE Series #2, BSSN juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola keamanan informasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pertahanan siber yang tangguh. Penguatan regulasi, termasuk pembahasan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS), turut menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem keamanan digital nasional.
Forum menghadirkan berbagai narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI), serta para praktisi keamanan siber. Diskusi berfokus pada penguatan kepatuhan terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), penerapan compromise assessment sebagai langkah deteksi dini ancaman, serta peningkatan kemampuan forensik digital dalam proses investigasi insiden siber.
BSSN menilai bahwa membangun ruang siber yang aman membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas keamanan siber, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan transformasi digital nasional di tengah meningkatnya ancaman serangan siber global.
Ke depan, BSSN berkomitmen terus meningkatkan kapasitas Tim Tanggap Insiden Siber di seluruh sektor strategis nasional agar Indonesia memiliki sistem keamanan digital yang semakin kuat, adaptif, dan resilien. Langkah ini diharapkan mampu melindungi kepentingan nasional, menjaga stabilitas ekonomi, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital.